Sejarah Etnis Nias

Nama pulau Nias memiliki cirikhas tersendiri dalam perkembangannya. Ini terlihat dengan berbagai tulisan dan penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli yang peduli akan perkembangan Nias baik oleh orang Nias sendiri maupun masyarakat diluar komunitas Nias. Tulisan P. Johannes Maria Harmmerle dalam bukunya yang berjudul Interpretasi Asal Usul Masyarakat Nias suatu Interpretasi mengungkapkan bahwasanya ada beberapa nama yang pernah dijuluki di pulau Nias yakni:

a. Hulo Ge’e, Hulo Ge’e berarti Pulau burung Kekek, yang berarti suatu pulau kecil yang ditemukan orang dengan susah payah dan tangisan ditengah lautan atau Me föna latötöi Hulo Ze’e, Eluahania hulo side-ide nisöndra niha zerege tödö ma sege’ege.

b. Hulo Solaya-laya berarti pulau yang terapung-apung yang mana pulau ini dinilai kurang aman, yakni sebagai pulau yang menari-nari jika terjadi gempa bumi.

  1. c. Uli Danö-Uli Ndrao, orang Nias hidup pada kulit tanah atau ba guli danö, dikatakan juga pada kulit tanah liat keras atau ba guli ndrao. Ada tiga jenis ndrao di pulau Nias yakni merah, hitam dan putih.

d. Uli Danö Hae, kelelahan hidup di atas tanah ini, tentu membuat orang bernafas dengan menghirup udara lewat mulut terbuka, mo-hae-hae. Maka dalam seni budaya Nias kita menemukan juga lagu atau tarian Böli Hae. Nama ini mengandung satu nasehat dan bagi yang membawakan tarian Böli Hae artinya jangan terengah-engah dengan kata lain para pemeran tidak menampilkan atraksi gemilang, sehingga nafas mereka terengah-engah atau humae-mae.

e. Ölia Ulidanö. Ölia adalah nama dari suatu jenis Liana yang memanjat batang-batang pohon di hutan rimba dan kemudian mengikat sekian banyak pohon pada bagian atas sehingga menjadi satu kesatuan. Liana ini disebut Ölia dan dimanfaatkan oleh manusia sebagai tangga untuk memanjat pohon-pohon raksasa dalam mendirikan kediaman mereka di atas pohon-pohon raksasa dan menghindarkan mereka dari berbagai macam ancaman  misalnya; binatang-binatang buas, suhu yang lembab dan sebagainya

f.  Tanö Niha. Secara primodial banyak suku-suku di dunia menggangap dirinya lebih tinggi dari pada suku-suku lain. Gejala ini ditemukan pula di pulau Nias. Buktinya, orang Nias menyebut dirinya Niha atau Ono Niha, Artinya manusia atau anak manusia. Secara konsekwen  mereka menyebut pulau tempat tinggal mereka Tanö Niha artinya bumi manusia. Sedangkan orang lain disebut ndrawa atau pendatang luar, orang asing. Zaman Hindia-Belanda mereka menyebut orang Belanda Ndrawa Hulandro istilah Hulandro tersebut diambil dari istilah Holland, lain halnya dengan  keturunan Cina yang disebut Gehai atau Kehai.

g. Payung Matahari,dalam tesis Yoshiko Yamamoto di Universitas Cornell, 1986 dalam Harmmerle (1999:8) mengungkapkan suatu dokumen yang historis dari abad ke-15 yang menuliskan bahwa orang Cina menamakan pulau Nias sebagai payung matahari. Artinya bahwa di pulau Nias payung matahari merupakan sesuatu yang penting atau penghuni pulau ini menggemari pemakaian payung matahari.

h. Teteheli Ana’a dalam tanggapan Pastor Johannes dalam tulisannya tentang asal-usul masyarakat Nias mengungkapkan bahwa Teteheli Ana’a tidak merupakan lawan kata dengan daerah tandus seperti gurun pasir. Teteheli Ana’a diartikan sebagai sebutan suci untuk mengungkapkan asal usul manusia dari rahim ibu, sebelum dilahirkan ke dunia ini. Tanah dipecahkan (ibago tanö) dalam mite diartikan sebagai perkawinan dan mengisyaratkan persetubuhan. Dengan berbagai gambaran bahasa mitos melukiskan, bahwa tubuh wanita makin berkembang. Perkembangan itu diuraikan dari dunia atau tanah pertama (tanö si sara) sampai pada dunia kesembilan (tanö si siŵa). Sembilan bidang tanah atau sembilan dunia itu diartikan sebagai umur kehamilan. Sembilan bulan lamanya ibu mengandung, atau kendungan berkembang selama sembilan bulan. Kesimpulan Teteheli Ana’a atau dengan kata lain Teteheli Hamo adalah kata kiasan terhadap kandungan sang ibu.

36 thoughts on “Sejarah Etnis Nias

  1. Yaahowu….Tano niha tano omasiogu.
    trim’s atas info ttg etnis nias.
    btw, info yg lebih akurat dan yg lbh penting ada gk ttg etnis nias..
    Ya, semacam sejarah kehidupan masyarakat nias gtu..hehehee
    nice to see you..^_^

  2. kita sngt brtrmksih ats refernsi dr dominiria hulu ats sejrah p.nias, ini sngt brguna bgi kita scra umum msyrkat nias dan khususny bgi prbdi q,yg skg ge kuliah dgn jrsan sejarah.jdi ini sngt m’bntu dan qt hrap utk dpt trus d cari sejarah p.nias yg laen….
    yaahowu,
    dika zega

  3. yahobu….
    maap klw penulisan salam na salah,,,
    saya suku batak,tp pacar saya suku nias,
    keluarga km br2 sangat tidak setuju klw km berdua pacaran,,,,
    tp km saling sayang ..
    menurut kamu gmana yach,supaya saya bs mengambil hati klurga cowok saya,scara suku nias kn menginginkan wanita yang pintar brbahasa nias,sedangkan saya sama sekali tidak bisa,,,

    • ya’ahowu..
      sayang bgt klo gak dStejui,krn skrg kan dah byk yg beda suku bersatu,mengenai tahu bhs.nias,plahan tapi pasti hal itu akan bisa dPlejari,jgn nyerah yaaa..
      aku jg batak en mayoritas tmn2ku dr Nias..
      keep fight..

    • menurut aku gak jugak,
      soalnya pacar aku jugak orng nias, tapi kluarga kami setuju2 ajj kok,
      padahal aku sama sekali gak tau bahasa nias,
      itu kan tergantung orang tua nya masing2, mungkin orang tua kamu terlalu takut ma adat orang nias yg kata nya kasar, tapi kan itu tergantung kita yg menyikapi nya,,
      mending kasih ajj masukkan yg positif ke orang tua kamu tentang adat nias,, perlahan mereka pasti nerima kok.
      tetap semangat ajj yaaaaaaa…………..

    • Pengetahuan adalah seluas segala kenyataan. Kita salut dengan para misionaris yang mencintai budaya kita. Pastor Leo Joosten OFM Cap pencinta dan pengumpul dokumen Batak dan Pastor Johannes Hammerle OFM Cap juga pencinta dan pengumpul budaya masyarakat Nias yang sudah lama masuk dalam kehidupan masyarakat kita. Kedua imam ini melihat apa yang terjadi, mendengarkan apa yang diucapkan, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Tujuannya “pelukisan mendalam” (thick descriptions) yang menggambarkan “kejamakan struktur-struktur konseptual yang kompleks, termasuk asumsi-asumsi yang tak terucap dan yang dianggap sebagai kewajaran mengenai kehidupan kebudayaan. Mengkaji suatu budaya memerlukan banyak teori. Kajian budaya adalah bidang penyelidikan interdisipliner atau pascadisipliner yang mempelajari produksi dan penanaman peta-peta makna. Kajian Budaya adalah proyek yang menarik dan cair yang bercerita pada kita tentang dunia yang sedang berubah dengan harapan kita bisa mengarahkan. Yang dilakukan Dominiria adalah untuk membenarkan adalah seluas segala kenyataan

  4. asal usul suku dapat ditelusuri dari etimologi kata yang sering dipakai. yang menarik dari suku ini yakni bahwa suku ini sangat kaya dengan ungkapan kosmologis. jejak-jejak historis masih harus disingkapkan lagi. trims atas usaha domini

  5. ya’ahowu….tks ya bro…telah ada blok ini paling tidak menambah wawasan adek2 yg pengen tau tentang nias…. kalo blh usul blok ini lebih mantap lagi kalo dilengkapi dengan…..sejarah fondako dan gari atau tingkatan dalam budaya masarakat kita.tks.

  6. aku pengen punya pacar org nias…
    aku org nias blasteran karo…
    jd gak ngerti bhs nias….
    ajarin dunk aq bhs nias…
    cpa yg mau jd pacarku…
    jiaahhh..promosi ne yuaaaaaa…..
    wwkkwkwkwkkwkwkwk
    Info nya kurang akurat..tp cukup bermanfaatlah…

  7. Ya’ahowu ba nono niha…!sblm_@sy mt ma’af bl ada yg myinggung prasaan anda.sy org nias dr nias tgh..mllui blog ini sy pgn nanyak sesuatu yg pzti dn mykinkan..asal usul ono niha,itu sbnr_@dr mna..?d blog ini,ada yg mgtkan dr vietnam,tmnku blng dr thailand d sini dr teteholi ana’a..yg mn sich yg sbnr_@.?dl wkt sy sklh d SMEA BNKP GUSIT jrsan prwsta,guru kmi jg kwlhan krn asal usul_@da dr brbagai aspek para sjrahwan.jd trkdng sy gk tau hrz mo blng pa bl da suku lain yg nanyak asal usul ono niha.krn sy dri pun brda d Riau…mohon d blz…i’ll wait ur writting back…wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s