ABSTRAKSI

ABSTRAKSI

SENGKETA TANAH DAN PROSEDUR PENYELESAIANNYA (Studi Kasus Tentang Kemajemukan Hukum di Desa Dahana Tabaloho Kecamatan Gunungsitoli-Pemko Gunungsitoli dan Desa Onolimburaya Kecamatan  Mandrehe Barat-Kabupaten Nias Barat), Dominiria Hulu, 2009). Skripsi ini terdiri dari 5 bab,  171 halaman 1 tabel 2 diagram, 35 daftar pustaka, lampiran yang terdiri dari contoh daftar istilah, peta perjalanan penelitian,  surat perjanjian, dan surat keterangan penelitian.

Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi di Nias yakni di Desa Dahana, Kecamatan Gunungsitoli-Pemko Gunungsitoli dan Desa Onolimburaya, Kecamatan Mandrehe Barat-Kabupaten Nias Barat. Penelitian ini mengungkapkan arti tanah dan hukum pada  masyarakat  Nias, hal yang mendasari terjadinya sengketa tanah pada masyarakat Nias dan bagaimanakah prosedur penyelesaian sengketa tanah secara operasional pada masyarakat Nias. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data yakni observasi dan wawancara.

Tanah sebagai pemberian dari Tuhan, merupakan sesuatu yang memiliki nilai sangat tinggi, berartinya tanah seringkali menimbulkan sengketa. Pada sengketa tanah yang terjadi pada masyarakat Nias telah menunjukan adanya kemajemukan hukum seperti yang diungkapkan oleh Nader dan Todd, yang secara operasional terjadi dalam penyelesaiannya yakni dengan adanya tiga tahapan penyelesaian sengketa tanah tersebut diantaranya kekeluargaan, musyawarah adat dan pengadilan. Dari ketiga tahapan penyelesaian sengketa tersebut, tahapan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah adat sangat berperan penting, tentunya dengan menggunakan mediasi.

Hasil penelitian lapangan menunjukan peran dari kepala desa, tokoh agama dan tokoh adat pada masyarakat Nias telah memberikan pengaruh besar bagi terselesaikannya masalah-masalah sengketa tanah yang sering terjadi. Hal ini semakin diperkuat dengan adanya sikap menghargai dari masyarakat Nias terhadap hal-hal yang diputuskan oleh ketiga tokoh tersebut dalam menyelesaikan permasalahan sengketa baik secara tertulis maupun secara lisan.

Kesimpulan penelitian menjelaskan tentang kekerabatan masih dijunjung tinggi dalam menyelesaikan masalah sengketa yang terjadi. Falsafah yang terjalin erat dalam kehidupan masyarakat Nias yang tertulis dalam jiwa-jiwa Fondrakhö telah menjadi acuan dalam terselesaikannya persengketaan yang terjadi. Hasil keputusan dari beberapa kasus sengketa batas tanah dan sengketa tanah karena adanya pembangunan, dimana terdapat tiga kasus yang tuntas dengan adanya bukti perjanjian yang dilaksanakan dengan musyawarah adat, dan dua kasus yang menggunakan penyelesaian secara kekeluargaan. Penyelesaian ini menunjukkan adanya penyelesaian ditingkat lokal sebagai tahapan yang tidak lepas dalam kehidupan masyarakat Nias yang masih menjunjung tinggi nilai adat dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s